Friday, 27 January 2012

UNTUNG RUGI TANI TEBU & ANALISA USAHANYA


Bertani tebu tampaknya masih menjadi hal yang tabu bagi kebanyakan masyarakat yang saya temui, terutama di wilayah kerja saya, Jember. Petani tebu ternyata hanya itu-itu saja, jarang ada petani baru yang muncul. Padahal usaha tani itu profitable dan resikonya relatif rendah. Ada beberapa hal yang menjadi sebab petani tidak tertarik untuk bertanam tebu:

  1. Pengalaman masa lalu. Sistem tanam paksa jaman orba, petani dwajibkan tanam tebu atau menyewakan ke PG (glebagan). Jika petani menanam tebu sendiri, pengelolaan hasil dan saprodi dikoordinir oleh KUD. Terjadi banyak penyelewengan, petani rugi.
  2. Anggapan birokrasi PG yang "seram". Memasuki PG bagi orang yang baru serasa kembali ke jaman kolonial. Kesan feodal pasti terasa. Secara luas di masyarakat sudah menjadi rahasia umum seperti instansi lain, PG seolah banyak "mafianya". Kata instansi saya gunakan karena sepertinya memang PG masih cenderung instansional daripada korporasional.
  3. Ditakut-takuti oleh petani lain yang sudah mapan. Petani tebu yang sudah mapan ada beberapa kasus yang saya temui tidak mau berbagi ilmu dengan tetangga-tetangganya, cenderung menutup-nutupi kesuksesan. Petani yang mau belajar ditakut-takuti tentang ruwetnya birokrasi PG, kesulitan-kesulitan bertani tebu. Persaingan persewaan lahan menjadi faktor petani yang sudah mapan enggan berbagi.
  4. Merasa pernah rugi. Memang benar tidak semua petani tebu itu untung, ada yang rugi, namun jumlahnya relatif sedikit. Mereka yang rugi ini ada yang kapok ada juga yang tetap usaha tani. Nanti akan saya jelaskan sebab-sebab ruginya dan tips-tips supaya tidak rugi.
  5. Belum tahu. Kalau ini alasannya, biasanya lebih mudah untuk diajak bertani tebu hanya saja perlu dibimbing.

Nah setelah ini akan saya jelaskan enaknya bertani tebu, agar informasi menjadi imbang. Ini alasan keuntungan bertani tebu:

  • Resiko relatif rendah. Dibanding komoditas lain, tebu relatif lebih aman. Coba bandingkan dengan padi, sering gagal panen. Sayur mayur, harga sangat berfluktuatif, serangan hama penyakit relatif besar. Sedangkan tebu hampir semua panen, walaupun ada beberapa kasus seperti pemilihan lokasi yang tidak tepat sehingga terkena hama uret, atau jika tidak baik dengan lingkungan tebu dibakar, namun prosentasenya sangat kecil dibanding yang panen.
  • Perawatan mudah. Ibarat lagu koesplus, tongkat kayu jadi tanaman, begitu pula dengan tebu, dibuang saja bisa tumbuh. Perawatan tidak seintensif padi dan sayuran.
  • Pupuk, biaya garap dan saprodi lain dipinjami. Berbeda dengan tanam padi, jika mau tanam tebu anda bisa mengambil pinjaman pupuk, traktor, biaya garap plus supervisi dari petugas PG. Hanya saja banyak petani yang belum tahu, sehingga pinjaman-pinjaman hanya beredar ke petani tebu yang itu-itu saja.
  • ROI yang menjanjikan. Return of Invesment, atau sederhananya keuntungan yang didapatkan cukup lumayan untuk ukuran sebuah komoditas pertanian, dibandingkan dengan segala kemudahannya. Memang keuntungan tidak akan sebesar tembakau dalam satu satuan luas, atau cabai, melon, dan sejenisnya. Namun andapun kemungkinan tidak akan mengalami kerugian yang demikian besar jika terjadi kegagalan usaha. High risk means high profit, low risk means low profit. Tebu ada ditengah-tengahnya.


Sebab-sebab kerugian bertani tebu & tips menghindari kerugian :

  1. Perawatan kurang baik. Tips: Pastikan uang yang anda keluarkan s'ampai ke kebun. Lebih baik menambah biaya agak besar jika diperlukan daripada tebu tidak diapa-apakan sama sekali. Contoh: Tebu tidak diklentek (dibersihkan daun kering), maka tebangan akan sulit, banyak tebu yang tertinggal di kebun, tidak terlihat oleh penebang (karena kotor), beresiko lebih besar untuk terbakar.
  2. Pemilihan lahan kurang tepat. Tips: Pastikan lahan layak ditanami tebu. Hindari lahan yang seperti rawa, juga hindari lahan berpasir seperti di pantai. Selain sulit air, hama uret biasanya terdapat pada lahan-lahan bertekstur pasir. Lahan yang cocok adalah lahan yang mudah dapat air dan mudah pula buang air. Perhatikan juga jalan tebangnya, apakah truk bisa masuk atau lori PG dapat menjangkau? Jika tidak ada jalan tebang lebih baik tidak tanam.
  3. Menanam tidak tepat waktu. Tips: Tanam tebu pada bulan optimalnya Mei-Agustus (berpengairan), atau awal musim hujan (tadah hujan). Namun saya cenderung menyarankan anda opsi pertama, karena menanam awal musim hujan berarti tebang pada musim hujan, biaya tebang melonjak dan rendemen akan jatuh. Ingat puncak rendemen pada bulan 8-9, sehingga usahakan tebu anda ditebang pada saat itu. Selalu berkoordinasi dengan petugas PG, karena biasanya petani akan berebut untuk ditebang pada saat itu, dan tidak mungkin mengakomodir semua keinginan. Jadi pastikan saja anda tanam bulan optimal dengan jenis dan perawatan yang baik, maka pada puncak rendemen tebu anda sudah masak dan dipilih oleh PG untuk ditebang. (PG memilih tebu sesuai analisa kemasakan).

Nah berikut saya buatkan bagan yang bisa anda ikuti dalam berusaha tani tebu.



Berikut saya lampirkan juga analisa usaha tani tebu untuk anda pelajari.



Jika anda berminat bertani tebu dan belum tahu caranya, datangi saja PG, tanya pada satpam untuk diarahkan ke bagian tanaman. Nanti anda akan dibantu lebih lanjut oleh petugas bagian tanaman. Jangan khawatir, saat ini PG sangat butuh bahan baku, anda akan senang hati dihargai, jika ada petugas yang kurang ramah dalam melayani maka anggap saja dia oknum yang belum tahu pentingnya anda bagi perusahaannya. Dapat juga anda berkirim email dengan saya, dengan senang hati saya akan berusaha memecahkan masalah anda tentang tebu.

Berikut adalah file excel editable tentang analisa usaha tani. Silahkan di download
https://sites.google.com/site/gunawanabdulbasith/system/app/pages/admin/attachments

9 comments:

  1. file excel editable nya kok gak bisa di download ya?
    tolong kirim saja melalui email masnurhidayatz@gmail.com

    ReplyDelete
  2. file excel editable nya kok gak bisa di download ya?
    tolong kirim saja melalui email bunker.reggae@gmail.com

    ReplyDelete
  3. ile excel editable nya kok gak bisa di download ya?
    tolong kirim saja melalui email rony_nurdyantoro@yahoo.com

    ReplyDelete
  4. om sinder tlng minta dikirim excel editable nya di nanangvision@gmail.com

    ReplyDelete
  5. Minta bantuanya juga di email saya pak
    Azisnurohmat@gmail.com
    Trimakasih

    ReplyDelete
  6. Trimaksih atas ilmunya semoga kami dapat memanfaatkanya

    ReplyDelete
  7. minta tolong file excel editable nya di email ke ruben.selon@gmail.com.
    trimakasih om.

    ReplyDelete
  8. Minta file excel gan email : denynugroho@gmail.com

    ReplyDelete
  9. minta tolong file excel editable nya di email ke lutvie.gunajaya@gmail.com

    Makasih

    ReplyDelete